Pemudiklokal di wilayah Bandung Raya wajib membawa surat hasil tes bebas Covid-19. Polisi memeriksa kendaraan dari luar daerah Bandung Raya yang keluar dari Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/4/2021). Pawai ini diikuti sedikitnya 383 pondok pesantren di luar madrasah dan lembaga mengirimkan sedikitnya 60
Sebidagtanah di tepi Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Mojo, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, yang dibelinya didirikan Pondok Pesantren Kalifatulloh Singo Ludiro. Dalam prosesi tersebut mereka membawa air berkah dan api dharma sebagai sarana pujabakti saat detik-detik Waisak yang jatuh pada Selasa malam pukul 23 menit ke 18 dan detik
Setelahsetahun tak menerima kunjungan, Pondok Pesantren (PP) Wahid Hasyim Bangil akhirnya memperbolehkan wali santri bertemu putrinya. Kesempatan ini hanya diberikan selama dua hari saja, yakni sabtu-minggu (03-04 April 2021) kemarin. Tak pelak, momen yang ditunggu-tunggu para santri dan keluarganya ini tak disia-siakan.
Fast Money. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Saat ini, fungsi handphone tidak hanya untuk mendekatkan yang jauh saja. Namun sudah terdapat berbagai fitur baru yang beragam dan fungsional. Dengan HP kita bisa menghibur diri kita, bermain games, mendengarkan musik dan menonton video. Bahkan sekarang HP mulai berevolusi menjadi media pembelajaran yang edukatif dan praktis. Berjuta-juta informasi dan berita dapat kita akses melalui HP, tentu dengan syarat adanya koneksi internet yang sayang, tidak semua orang dapat menikmati manfaat dan keunggulan dari HP tersebut, padahal pada zaman ini HP merupakan suatu hal yang lumrah, kepemilikan HP sudah bukan lagi menjadi pertanda sekat antara kaum proletar dengan kaum yang saya alami, saya merupakan salah seorang santri di salah satu pondok pesantren ternama di Kota Jogja, dan saya pun mempunyai HP. Akan tetapi sistem di ponpes ini melarang para santrinya untuk membawa dan mengoperasikan HP, padahal ponpes ini selalu membawa-bawa label modern dan berkemajuan. Toh berkemajuan darimana kalo HP pun sudah menjadi sesuatu yang diharamkan. Memang saya akui, ponpes ini sangat megah, bangunannya besar, CCTV terpasang di setiap sudut ruangan, tersedia pula puluhan komputer yang hanya bisa digunakan jika mendapatkan izin, bahkan WiFi area pun sudah terkoneksi di penjuru ponpes. Tapi dari semua fasilitas berkemajuan’ tersebut tidak ada satupun yang bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh para santri. Padahal para santri membayar ratusan rupiah per bulan di ponpes ini untuk belajar, untuk ditempa agar kelak bisa menjadi pemimpin bangsa dan umat, untuk menjadi sosok kader yang siap dilepaskan dimana saja dan kapan saja. Tapi apalah daya, HP pun dilarang, Berbagai macam alasan melatar belakangi pelarangan tersebut. Yang katanya bisa bikin santri kurang fokus dalam belajar, bahkan katanya HP bisa dipergunakan untuk hal-hal yang aneh dan melanggar syariat kita teliti lebih dalam, kalopun ada oknum yang menggunakan HP untuk hal-hal yang sifatnya melanggar syariat, itukan bukan salah HP yang notabene-nya benda mati. Pasti ada sesuatu yang menggerakkan dibelakangnya. Ya, adalah kita sebagai manusia. Manusia adalah otak dari fungsi HP yang awalnya dibuat untuk hal-hal yang bermanfaat namun dialih fungsikan menjadi sesuatu yang dipergunakan untuk melakukan tindakan terlarang, menonton video dewasa tidak ada HP, pasti oknum manusia tersebut akan mencari cara lain untuk memuaskan tabiat buruk tersebut. Oleh karena itu, permasalahan sebenarnya adalah otak dan jiwa manusia tersebut yang kotor dan telah terselimuti hal-hal negatif. Dan berangkat dari permasalahan tersebut, maka solusinya adalah membersihkan otak dan jiwa oknum manusia tersebut dari kabut kegelapan. Bisa dengan doktrinisasi dan pemberian petuah-petuah yang saya sangat tidak setuju dengan sistem yang melarang penggunaan HP. Selain pertanda tidak berkemajuannya’ ponpes, sistem ini juga tidak efektif dalam proses pembelajaran di ponpes. Saya pun menjadi sangat kudet mengenai isu-isu terbaru dan keadaan diluar ponpes. Padahal disini saya dituntut untuk menjadi kader yang bisa menyesuaikan zaman, lah wong sistemnya aja belum menyesuaikan zaman, bagaimana saya dan santri lain untuk menyanggupi permintaan tersebut. Mari kita renungkan kembali hakekat HP dalam kepesantrenan, jangan hanya melihat dari sisi negatifnya saja, tapi lihatlah dari sisi positifnya. Toh kita kan generasi berkemajuan. Sudah bukan lagi generasi yang hanya mengandalkan pengalaman dari yang terdahulu. Yang lalu biarlah berlalu, yang akan datang mari kita sambut dengan kelapangan. Jangan sampai HP menjadi benda yang ditindas terus menerus, terutama di dalam kepesantrenan. *Copyright dari tulisan Masaqin Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
News Rabu, 7 Juni 2023 - 1631 WIB Viva Bandung – Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Panji Gumilang adalah seorang pimpinan dan pendiri pondok pesantren Al-Zaytun. Belakangan, pondok pesantren tersebut menjadi sorotan publik karena banyak Panji Gumilang pun menjadi perbincangan netizen Indonesia karena terlibat sejumlah dari pelaksanaan salat idulfitri di pondok pesantren Al-Zaytun, nama pesantren ini pun mencuat di masyarakat. Baru-baru ini, Panji Gumilang bahkan berencana untuk membangun gereja dan pesantren Kristen di Al-Zaytun. Panji Gumilang adalah pria kelahiran Gresik, 30 Juli 1946. Dia mengaku pernah bertemu dengan Presiden Soekarno ketika masih duduk di kelas 3 juga adalah alumnus dari Pondok Modern Gontor dan melanjutkan pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah dan sempat aktif di organisasi Gumilang kemudian mendirikan Yayasan Pesantren Indonesia dan membangun Ponpes Al-Zaytun. Pada saat peresmiannya tahun 1999 lalu, Presiden BJ Habibie bahkan hadir secara tahun 2004, Panji Gumilang mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di bidang manajemen dari sebuah kampus yang beerbasis di Inggris dan AS. Halaman Selanjutnya pemberian gelar ini atas pertimbangan bahwa Panji Gumilang berjasa dalam membawa perubahan di bidang pendidikan Indonesia. Berita Terkait Temui Massa Aksi, Pimpinan Ponpes Al Zaytun Polisi Jangan Amankan Kami Sebut Haleluya Sama dengan Tahlil, Agama Pimpinan Ponpes Al Zaytun Dipertanyakan Pimpinan Ponpes Al Zaytun Haleluya Milik Seluruh Rakyat Indonesia, Termasuk Umat Islam Berulah Lagi, Pendiri Ponpes Al Zaytun Samakan Tahlil dangan Haleluya Topik Terkait Jangan Lewatkan Diamnya anggota senior keluarga kerajaan pada hari ulang tahun kedua putri dari Pangeran Harry, Lilibet Diana menggambarkan "ketegangan hubungan" antara keluarga kerajaan Pimpinan pondok pesantren Al-Zaytun itu bahkan menyatakan tidak perlu mati di Mekkah, karena Indonesia juga tanah suci. Hal ini langsung viral di media sosial. Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu kembali menjadi pembicaraan masyarakat setelah disebut memperbolehkan berzina karena dosanya dapat ditebus dengan uang. Ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut memperbolehkan santrinya melakukan zina. Dalihnya adalah dosa mereka dapat ditebus dengan uang sebesar Rp2 Juta. Pimpinan Pondok Pesantren Ponpes Al-Zaytun Indramayu, Jawa Barat ternyata pernah membacakan Kitab Injil saat Idul Fitri beberapa waktu yang lalu. Hal itu diketahui Namun jauh-jauh sebelum hal itu terungkap, ternyata Ponpes Al Zaytun juga sempat melakukan praktik menyimpang saat Idul Fitri beberapa waktu yang lalu. Tak hanya itu Terpopuler Ajam Mustajam selaku Kepala Kantor Wilayah Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat Kemenag Jabar menjelaskan bahwa pihaknya telah berkunjung ke Ponpes Al Zaytun untuk mel Nama Panji Gumilang selaku Pimpinan Pondok Pesantren Ponpes Al Zaytun, Indramayu selalu menjadi buah bibir masyarakat dengan segala kontroversialnya. Terbaru, pria 76 Pondok Pesantren Ponpes Al Zaytun dikabarkan telah menyampaikan surat pemberitahuan ke Polres Indramayu yang berisi Al Zaytun akan menyambut para demonstran dengan memi Ribuan massa aksi yang tergabung dalam Forum Indramayu Menggugat menggeruduk Ponpes Al Zaytun pada hari ini, Kamis 15/6/2023. Aksi demonstrasi tersebut dijaga oleh ap Ken Setiawan, pendiri Pusat Krisis Negara Islam Indonesia NII, membuat pengakuan baru terkait kontroversi antara Pimpinan Pondok Pesantren Ponpes Al Zaytun dan Pimpin Selengkapnya Terpopuler VIVA Ternyata ada hal menarik pada angkatan perwira remaja Akademi Militer Akmil tahun 2017. Menariknya, dalam satu angkatan itu, ada sepasang kakak dan adik kandung Baru-baru ini media sosial kembali dihebohkan dengan pemberitaan soal Simon Cowell setelah memberikan Golden Buzzer kepada Putri Ariani, peserta dari Indonesia. Mikhayla Eka, selaku orang tua murid mengadu ke Mendikbudristek Nadiem Makarim agar dihapus acara wisuda yang dianggap tidak perlu diadakan di TK, SD, SMP hingga SMA. Ada peran tentara bayaran asing. Alasan Putri Ariani lancar menggunakan bahasa Inggris saat mengikuti audisi America’s Got Talent 2023. Selain suaranya, kemampuan komunikasinya juga patut diacungi jempol Selengkapnya VIVA Networks Pengakuan ini disampaikan oleh Vincent Rompies dalam tayangan terbaru di kanal YouTube VINDES. Saat itu, bintang tamunya adalah Habib Husein Jafar Al Hadar. Berikut sinopsis dan juga link nonton film Korea bertajuk A Tale of Two Sisters, lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia yang mengusung genre horor tentang dua saudara Sosok Aldi Taher menjadi sorotan publik. Kali ini dia menciptakan lagu untuk pesepak bola, Lionel Messi. Begini reaksinya saat lagu tersebut diunggah di akun resmi FIFA. Song Joong Ki baru saja dikaruniai anak pertamanya bersama Katy Louise Saunders di Italia, setelahnya publik dibuat bertanya-tanya apakah Song Joong Ki akan pindah rumah. Isu Terkini Pilihan Redaksi Mario Dandy merupakan tersangka penganiayaan terhadap David Ozora. Pada Podcast Bang Dessy Corbuzier, Jonathan Latumahina mengeluarkan semua Kemarahan. Pasalnya Jonathan Kemarahan Ayah David Ozora sudah tak terbendung lagi. Pasalnya Jonathan Latumahina, tampil dalam podcast Deddy Corbuzier untuk mengungkapkan rasa kesal dan emosinya terha Ayah David Ozora, Jonathan Latumahina, tampil dalam podcast Deddy Corbuzier baru-baru ini untuk mengungkapkan kemarahannya dan emosinya terhadap Mario Dandy, orang yang m
Baru-baru ini viral video seorang guru pesantren bakar hp milik santri di salah satu pondok pesantren. Dalam video viral yang diunggah oleh akun Instagram terangmedia, pada Minggu 20/2, memperlihatkan guru wanita sedang membakar ponsel dan disaksikan santri-santri putri di malam hari. “Akibat membawa ponsel di pondok akhirnya dimusnahkan,” tulis terangmedia pada caption unggahan videonya, mengutip dari situs VIVA. Terlihat guru wanita berjilbab panjang berada di tengah lapangan menghadap drum, tempat api yang menyala. Sementara itu santri-santri putri menontonnya. Mereka banyak menggunakan mukena salat. Kemudian guru wanita itu tanpa basa-basi melemparkan satu per satu ponsel ke dalam tong besi tersebut. Terlihat guru atau ustazah itu membakar sebanyak 6 ponsel. Setelah itu, giliran guru wanita lainnya yang membakar ponsel santri. Sebelumnya, ia mengangkat tangan untuk memperlihatkan ponsel yang akan dibakar. “… Iphone, iphone,” teriak santri-santri putri. Lalu guru itu melemparkannya Iphone tersebut ke dalam api. Ia melempar dua kali, ponsel yang dimusnahkan tersebut. Dalam unggahan video yang mengambil dari milik tungang7 ini belum diketahui waktu, lokasi, dan nama pondok pesantrennya. Hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Artikel terkait Dikabarkan Telantarkan Anak Angkat di Pesantren, Ini Klarifikasi Ashanty Beberapa Komentar Pro dan Kontra dari Warganet Tentunya video ini langsung mendapat beragam komentar warganet. Sebagaimana melansir dari sebagian warganet menilai tidak seharusnya ponsel-ponsel itu dibakar meski dimaksudkan sebagai hukuman. Walau demikian, pendapat ini kemudian disanggah oleh mereka yang pro atas tindakan pondok pesantren karena santrinya dianggap sudah melanggar peraturan. “Mungkin pihak pesantren sudah banyak kali menegur, mungkin dengan cara begini para santri jadi kapok bawa hp,” kata warganet. “Beberapa Yayasan pesantren suka mengajak untuk bersedekah, lihat begini jadi kurang iba,” komentar warganet lain. “Duh bu mending di tahan saja bu sampai ortunya datang gitu,” ujar warganet. “Kalau peraturan di awal memang dilarang dan ngeyel, konsekuensinya gini, ya, gimana lagi,” tulis warganet. “Pesantren? Hahahah kenapa enggak dijual terus duitnya disumbangin,” imbuh warganet. “Peraturan di pondok seperti itu dari awal sudah ada surat perjanjian jadi orang tua ga bisa nuntut,” tutur warganet. “Risiko melanggar peraturan pondok,” timpal yang lainnya. Artikel terkait 6 Artis Ini Sekolahkan Anaknya di Pesantren untuk Bekal Agama Mengapa Santri Haram Membawa HP ke Pesantren? Ini Penjelasannya Hampir mayoritas pesantren di Indonesia memiliki satu aturan yang sama, yaitu dilarangnya santri membawa ponsel, gadget atau handphone. Sanksi jika melanggar aturan tersebut pun tidak main-main, karena termasuk kategori pelanggaran berat di pesantren. Melansir artikel Ketua Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah RMI Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surakarta Irfan Nuruddin menjelaskan beberapa sebab dilarangnya santri haram membawa handphone saat proses pendidikan di pesantren. 1. Dianggap Lebih Banyak Mudharat Dibanding Manfaatnya “HP di tangan santri yang dalam usia remaja itu lebih banyak mudhorotnya,” terang Irfan melalui akun Twitter-nya. Sebagai pendidik yang sering mendampingi santri di pesantren, Irfan menyebut apabila santri diperbolehkan menggunakan ponsel maka waktunya akan banyak terpakai untuk hal yang tidak bermanfaat bahkan mengarah kepada hal yang negatif. 2. Sudah Ada Peraturan yang Disosialisasikan Sebelumnya Saat pendaftaran santri baru, berbagai peraturan pesantren disosialisasikan termasuk larangan membawa ponsel atau gadget. Dan bila melanggar akan disita lalu dihancurkan. “Wali santri juga menandatangani perjanjian tersebut di surat bermaterai 6000. Sampai segitunya? Iya agar nanti tidak berpolemik,” tutur Pengurus Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta ini. Artikel terkait Cara Mempersiapkan Anak Masuk Pesantren, Orangtua dan Anak Harus Sama-sama Kuat Mental 3. Hukuman Penghancuran HP Bukan Tanpa Alasan Hukuman selain menghancurkan ponsel santri telah dilakukan, tetapi menurut Irfan hukuman itu tidak efektif dan santri masih terus melanggar. “Kenapa HP yang disita dihancurkan? Karena itu dipandang sebagai solusi agar perbuatan tersebut tidak diulang dan juga tidak menimbulkan fitnah,” tutur Irfan. Akhirnya setiap ada santri yang ketahuan membawa ponsel, pengurus pondok akan menyediakan palu untuk dihancurkan sendiri oleh santri yang melanggar. Kemudian santri tersebut akan dicukur gundul rambutnya sebagaimana hukuman yang jamak diterapkan di pesantren. Dan bila santri masih terus melanggar untuk ketiga kalinya, ia akan dipulangkan kembali ke orang tua. “Dengan membuat aturan alat komunikasi dihancurkan oleh santri sendiri gitu. Enggak ada lagi yang komplain, enggak ada lagi wali santri yang membujuk rayu dengan berbagai modus minta HP anaknya, enggak ada suudzon dan saling curiga,” pungkas Irfan. Demikian video viral tentang pembakaran ponsel para santri oleh para guru di pondok pesantren. Disamping pro dan kontra, peraturan mengenai penggunaan dan pelarangan ponsel di tempat pendidikan tentu merupakan masalah yang perlu dibahas lebih lanjut. Namun, masalah itu sepertinya tidak sesederhana yang dibayangkan oleh pengambil kebijakan. Baca juga 6 Rekomendasi Pesantren di Tangerang, Ada dari Jenjang SD sampai SMA 7 Rekomendasi Pondok Pesantren di Wilayah Jakarta untuk Pendidikan Anak 7 Rekomendasi Pondok Pesantren di Bogor yang Bisa Orangtua Pilih untuk Anak Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
pondok pesantren yang memperbolehkan membawa hp